Sabtu, 07 Juni 2008

Obrolan bola


Genderang perang antara tim nasional sepak bola 16 negara Eropa sudah ditabuh. Jutaan bahkan milyaran manusia akan terfokus pada perhelatan sepakbola di Austria dan Swis. Portugal dengan Cristiano Ronaldo, Perancis dengan Frank Ribery, Italia dengan Luca Toni, dan masih banyak lagi bintang-bintang dari klub-klub terkenal di Eropa yang akan menunjukkan kemampuannya demi negara mereka.


Jutaan atau bahkan milyar euro bersirkulasi di Austria dan Swis dan akan menambah pemasukan bagi kedua negara tersebut, yang tentu saja rakyat mereka akan ikut menikmatinya.



Di Indonesia, yang sedang hangat-hangatnya demo BBM, disusul demo terhadap FPI, mungkin sebentar lagi akan tenang sementara karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah bolamania. Mungkin juga dengan nonton bola rakyat bisa sedikit terhibur, sedikit melupakan persoalan-persoalan harga yang semakin naik.



Sepak bola, sebuah permainan yang menggunakan sebuah bola kulit dan ketrampilan kaki dan kepala serta tangan (untuk penjaga gawangnya) merupakan permainan rakyat di Indonesia. Dari daerah terpelosok sampai ibukota, dari anak-anak sampai dewasa semua mengenalnya. Bahkan lebih terkenal dibanding bulutangkis (padahal Indonesia lebih punya nama di olah raga ini).



Indonesia dengan penduduk ratusan juta masih kesulitan mendapatkan 11 orang pemain yang mampu mengangkat persepakbolaan nasional ke ajang internasional. Sementara negara-negara dengan penduduk yang lebih sedikit mampu menyusun tim kaliber internasional. Alasan apa lagi ? Karena mereka negara maju ? ok, kalau dibandingkan dengan negara-negara Eropa, tapi coba kita lihat dengan negara-negara Afrika.? Masih ada alasan lagi ? Pengurusnya ? Wah, kalau itu saya tak mau berkomentar.



Kembali ke Euro 2008, apakah ada pengaruhnya bagi kita ? Yang pasti adalah. koran—koran, tabloid-tabloid olah raga akan ikut menikmati keuntungan dari even ini. Televisi, radiopun kebanjiran iklan. Cafe-cafe mungkin juga ikut menuai hasil dengan menyelenggarakan nonton bersama. Tak kalah juga para penjual makanan gorengan tentunya akan laris juga, karena mungkin banyak orang yang suka nonton sambil ditemani makanan gorengan (seperti saya). Oh iya, komentator pasti juga kebanjiran order. Kadang komentator ini “lebih tahu daripada pelatihnya”, herannya, pemandu acara olah raga di tv sering menanyakannya, misalnya :



Pemandu acara olah raga : “ Bung ... kenapa Christiano Ronaldo tidak diturunkan dalam laga kali ini ? Tentu ada alasannya kan Bung..”



Komentator olah raga : “ Ini merupakan strategi dari Ferguson supaya bla...bla...bla.”


(Padahal yang tahu alasannya tentunya cuma Ferguson itu sendirikan?)



Ya, bagaimanapun juga saya berharap PSSI bisa menemukan 11 orang saja dari sekian ratus juta penduduk Indonesia untuk dijadikan tim sepak bola yang mampu membawa nama bangsa ini. Di tingkat dunia, Indonesia sudah pernah tercatat dengan tingkat korupsi tertinggi, penggundulan hutan juga nomer 1, tetapi kapan tim sepak bola kita menjadi nomer 1 ?



Akhirnya, selamat menonton Euro 2008.

Tidak ada komentar: