Ini kali pertama kucoba ngisi bloggku. Bingung apa yang mau kutulis.
Hari ini di rumah listrik mati. Dari pagi jam 06:30 an sampai jam 18:00 sekarang ini masih belum menyala. Ya, beginilah kehidupan di
Seabad kebangkitan nasional, sepuluh tahun reformasi, rasanya bangsa ini tak mengalami banyak kemajuan, baik fisik maupun non fisik.
Coba aja lihat, masih banyak pejabat atau wakil rakyat yang lebih memikirkan kepentingan pribadi, sementara masih banyak sekali rakyat yang menderita. Mereka antri raskin, antri blt, minyak tanah dan mungkin juga sedang antri menjadi lebih mskin.
Kemarin ketika menonton berita di salah satu tv swasta, banyak diberitakan kasus bunuh diri karena himpitan ekonomi. O la la.
Saya jadi teringat, ketika masih sekolah di Perancis, ada teman saya cewek dari Maroko (sampai sekarang masih berhubungan baik) bertanya :" Kalau negaramu (
Saya tersenyum kecut. Pikirku ,Ya, negaraku sih kaya, tapi banyak rakyat yang miskin.
Ketika melihat acara TV One kemarin , saya sedih. Disebutkan di situ (acaranya lupa, kalau tak salah di Republik Mimpi--ada background lagu "Ibu Pertiwi"), negara
“Lho itu
"Kalo 85% itu dari semuanya itu pinter, tapi 85% itu setelah dipotong biaya operasional, jadi lebih sedikit dari keuntungan mereka", lanjutnya.
Oh iya ya. Kupikir lagi, wah apalagi kalau biaya operasionalnya 'dibikin' lebih besar atau diakalin.
Lantas pinternya di mana?
Katanya:"Ya, kalau bikin kontrak yang menguntungkan perusahaan tentunya bisa mendapat keuntungan dari situ
Pernah seorang teman Perancis bertanya padaku karena heran mengetahui aku setiap minggu ke gereja (dia atheis). Dia bertanya apakah orang
Katanya :"Kalau begitu kenapa sering terjadi kekerasan di negaramu? Padahal agama mengajarkan hal2 baik. Apakah pelaku kekerasan tidak dihukum? “…
Ya...c'est notre pay. Je ne
Udah dulu ah









3 komentar:
ya disyukuri aja.. Pas minyak naik, eh kita malah gak menikmati kenaikan harga minyak dunia..
minyak naik gunung terus dan pasti nggak mau turun lagi-dokter hery sudah keenakan diatas. tp betul kasihan yang dibawah, naik sich boleh2 aje. tp ya mbok iyao kebutuhan rakyat yang lain tersubsidi seoerti pendidikan yang malah semakin mahal...
kalau harga naik terus, selain kita bisa demo ke pemerintah untuk menurunkan harga-harga, sebaiknya juga mulai mencari sumber penghasilan kedua, ketiga, dst ( yang halal tentu ). lha wong kapal aja ada pelampung dan sekoci penyelamatnya, masa kapal keluarga kita tidak ada sekoci penyelamatnya... :)
Posting Komentar